21:45 | Author: Wienz

Teknik dalam melakukan closing dalam sales sangatlah beragam. Kunci dalam keberhasilan selling salah satunya terdapat pada closing yang tepat. Teknik closing yang tepat maka akan berlanjut kepada transaksi jual beli. Namun, seringkali salesperson melakukan closing tanpa menyesuaikan dengan kondisi prospek, sehingga selling pada akhirnya tidak terjadi.


Banyak salesperson yang melakukan teknik closing yang salah, yakni berupaya seolah `memaksa` prospek untuk membeli produknya dan terus menekan, padahal prospeknya sendiri belum menunjukkan ketertarikannya. Akibatnya, prospek merasa bahwa dirinya dimanipulasi, ditekan, sehingga akhirnya malah menolak untuk membeli. Lalu bagaimana teknik sales closing yang tepat?

Teknik closing yang tepat adalah teknik yang sudah mempertimbangkan kondisi kesiapan prospek pada saat itu. Ada prospek yang masih ragu terhadap produk yang ditawarkan, ada yang masih skeptis, masih ingin tahu lebih banyak lagi, dan ada pula yang memang sudah tertarik dan siap untuk melakukan pembelian saat itu juga. Teknik closing Anda harus disesuaikan dengan kesiapan prospek itu sendiri.

Adjournment Close
Teknik closing ini sesuai untuk prospek yang punya ketertarikan, namun masih ragu terhadap produk/layanan Anda. Teknik yang dilakukan adalah dengan memberikan waktu bagi prospek untuk berpikir dan mengambil keputusan. Salesperson harus dapat memberikan alasan-alasan yang membuat prospek untuk benar-benar mempertimbangkan keputusannya. Dengan melakukan teknik ini, maka salesperson dipandang menginginkan keputusan yang terbaik bagi prospek, dan tidak berupaya untuk menekan dan memaksakan terjadinya selling.

Contoh:
"Sepertinya Anda membutuhkan waktu untuk berdiskusi dengan keluarga Anda sebelum memutuskan hal ini. Bagaimana jika Anda mempertimbangkannya terlebih dahulu, dan saya akan kembali kesini beberapa hari lagi?"

Affordable Close

Teknik closing ini cocok untuk prospek yang masih menghadapi keraguan, terutama mengenai harga barangnya. Oleh karena itu, salesperson harus berupaya untuk menepis keberatan yang ada terkait dengan harga. Berupayalah untuk mencari tahu range harga yang bersedia dibayarkan oleh prospek, dan meyakinkannya bahwa terdapat rencana pembayaran yang tersedia untuk mereka. Misalnya, dengan menggunakan kartu kredit, cicilan, dan lainnya.

Selain itu, Anda juga dapat menonjolkan biaya yang terjadi jika prospek tidak membeli produk tersebut. Kira-kira kerugian apa saja yang berpotensi diperoleh prospek jika tidak membelinya. Sehingga, prospek tidak akan terfokus pada harga, melainkan value-nya dalam jangka panjang.

Contoh:
"Harganya memang agak tinggi, namun dengan kualitas ini maka dapat menekan maintenance cost Anda, sehingga secara keseluruhan jatuhnya lebih hemat,"

Shopping List - Close
Teknik closing ini sesuai untuk pembeli yang sudah punya ketertarikan, ataupun masih skeptis dan ragu. Hal ini disebabkan karena teknik ini menunjukkan kesesuaian antara kebutuhan yang dimiliki prospek dengan produk/layanan Anda.

Yang pertama kali perlu dilakukan adalah membuat daftar kebutuhan dan keinginan prospek, selagi Anda berdiskusi dengan mereka. Verifikasikan kembali daftar ini kepada mereka, pastikan bahwa ini adalah seluruh daftar kebutuhan dan preferensi mereka. Lalu buat juga daftar yang berisikan fitur dan manfaat produk/layanan Anda. Selanjutnya, tunjukkan dari sejumlah daftar tersebut, bahwa produk/layanan Anda dapat menjawab kebutuhan dan keinginan mereka. Meskipun mungkin Anda tidak dapat menjawab seluruh kebutuhan, setidaknya produk Anda harus dapat memenuhi kebutuhan yang penting bagi mereka.

1-2-3 Close
Pada teknik closing ini, Anda berusaha untuk meringkas manfaat produk Anda dalam tiga manfaat saja. Hal ini bisa jadi fitur utama produk, manfaat produk, ataupun keuntungan lainnya yang dapat diperoleh prospek. Kunci utama keberhasilan closing ini adalah dengan mengutamakan manfaat-manfaat yang paling penting bagi prospek. Teknik closing ini hanya sesuai untuk prospek yang sudah punya level ketertarikan tinggi dan siap untuk membeli.

Either/or Close

Teknik closing ini hanya sesuai untuk prospek yang sudah siap untuk membeli, dan punya level ketertarikan yang tinggi. Closing ini melibatkan prospek dan membiarkan mereka untuk memilih dan menyelesaikan proses selling. Misalnya Anda memberikan sejumlah pilihan yang tersedia bagi pelanggan, dan membantu prospek untuk memilih produk/layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Teknik-teknik closing selain ini masih sangat banyak, dan perlu diingat bahwa tidak semua dapat diaplikasikan kepada seluruh prospek. Selalu sesuaikan teknik closing dengan kondisi yang dihadapi oleh prospek, baru kemudian Anda akan memperoleh keberhasilan dalam melakukan selling.

Sumber
Baca selengkapnya...

Link ke posting ini
08:27 | Author: Wienz

Swing Trading
Setelah semua bagian dasar dari membaca grafik hingga mengerti indicator-indicator dasar yang banyak bisa di pelajari dibanyak tempat juga, kita tiba pada bagian yang menentukan, bagaimanakah sebuah mekanisme sederhana mulai dari menemukan saham yang kita mau beli sampai menjatuhkan pilihan harga beli sampai nantinya untung atau rugi lalu kita menjualnya kembali. Ini juga merupakan hal yang selalu saya cari pada banyak buku dan juga membaca banyak tulisan di internet. Banyak yang hanya berhenti mengajarkan sampai pada penjelasan semua tools nya hingga pengertiannya, namun tidak memberikan suatu rangkaian mekanisme, dan kalau ada kadang memberikan suatu hitungan mati atau sebuah rumusan yang mengatakan beli dan jual, yang pada akhirnya membuat diri kita menjadi setengah menguasai suatu keadaan namun sebenarnya tergantung pada hitungan mati bahkan sampai pada sebuah rumusan singkat.

Saya berusaha mencari suatu mekanisme yang terbaik bagi diri saya sendiri hingga akhirnya saya menemukan yang tepat bagi diri saya, sehingga sekali lagi apa yang saya coba buatkan adalah suatu mekanisme yang membuat saya nyaman, oleh karena itulah saya memberikan semua kebutuhan dasar dari mengenal candlestick secara satuan hingga mengenal indicator yang hampir semua trader gunakan yaitu moving average, agar pada saat dirasakan suatu mekanisme yang kurang sesuai dapat dengan mudah menyesuaikan karena memiliki suatu fondasi yang cukup baik.

Mulai dari saat ini dan seterusnya saya akan menyebut mekanisme menjadi trading style. Saya menerapkan mekanisme yang searah dengan yang disampaikan web http://www.swing-trade-stocks.com/ hingga sekitar 2 tahunan saya merasa nyaman dengan trading style ini, maka mulai dari saat ini kebelakang saya akan coba berikan langkah-langkah hingga akhirnya kita bisa memahaminya

Konsep sederhana dari Swing Trading adalah suatu trading style dengan aksi beli dan jual secara membeli dengan harga terendah dan menjual dengan harga tertinggi. Sangat mudah dalam sebuah pengucapan namun sayangnya sangat sulit melaksanakannya, tidak mungkin bila kita bisa mendapatkan selalu suatu titik terendah dalam suatu waktu dan bisa menjualnya kembali dalam titik tertinggi tepat sebelum mengalami koreksi kembali. Karena dalam prakteknya nanti kita akan dipaksa untuk menganalisa pergerakan saham yang ditransaksikan ribuan hingga puluhan ribu Lot dan secara tidak langsung kita bertarung dengan banyak kepentingan jual maupun beli di satu pasar yang kita sebut bursa.

Memilih Saham
Untuk mempersempit proses pencarian saham dari sekitar 500 saham yang listing pada bursa kita, maka saya sendiri lebih berkonsentrasi pada saham yang berada pada Index LQ45 dan JII, apakah mereka berdua itu?
LQ45 adalah deretan 45 saham yang merupakan saham-saham dengan transaksi terbanyak di Bursa Efek Indonesia. Itulah sebabnya disebut LQ45 (Liquid 45) dan JII adalah 30 saham yang termasuk dalam Jakarta Islamic Index dimana saham-saham tersebut dianggap masuk dalam kategori syariah. Lalu bagaimana dengan Bluechip? Definisi saham BlueChip sendiri dari berbagai pihak hingga hari ini tidak ada suatu kebakuan, bahkan hingga saat ini menjadi semakin jamak, oleh karena itu saya juga tidak ingin mencoba memberikan suatu list yang saya sendiri juga tidak yakin akan list yang termasuk kategori Bluechip dan tidak. Untuk list LQ 45 dan JII yang terupdate bisa di cek setiap saat di http://www.idx.co.id/Stocklist/LQ45/...S/Default.aspx dan http://www.idx.co.id/Stocklist/JII/t...S/Default.aspx mengapa hanya saham tersebut? Saya memposisikan diri kita semua saat ini dalam keadaan belajar terhadap keadaan pasar, dan saham-saham yang termasuk dalam index LQ45 dan JII adalah saham yang terpilih sebagai saham yang liquid dalam arti kata aktif diperdagangkan dan masuk dalam kategori JII berarti saham ini masuk dalam kategori saham syariah sehingga menghindarkan kita terjebak dalam saham lapis kedua yang kadang bermain dengan sangat untung dan setelah itu tidur dalam jangka waktu yang lama sehingga untuk jual saja tidak ada yang mau beli. Demi menghindarkan banyak hal seperti itulah kita coba beradaptasi pada ke dua index tersebut yang relative lebih aman untuk di transaksi kan.
Tools yang digunakan
Setelah kita mengetahui saham-saham yang akan diperdagangkan, maka sekarang saya akan coba memberikan tools atau indicator yang akan digunakan:
1. MA 10 (Garis putih)
2. EMA 30 (Garis Biru)
3. MA 200 (Garis putus-putus merah muda)
4. Relative Strength Index (RSI) (Garis putus-putus dan tidak beraturan orange muda)
5. Volume (chart terpisah berbentuk bar)
Dan tentunya candlestick sehingga akan didapat seperti dibawah ini


MA 10 dan EMA 30 (plus MA200)

Setelah pada bagian sebelumnya telah saya jelaskan dengan singkat akan banyaknya varian dari moving average, ternyata MA yang saya gunakan pada bagian ini adalah hanya MA dan EMA, yaitu MA10,EMA30 dan MA200, MA10 dan EMA 30 adalah 2 buah moving average yang wajib selalu digunakan dan MA 200 adalah sebuah MA tambahan yang dapat dipergunakan sebagai alat bantu tambahan. Prinsip kerja MA 10 dan EMA 30 seperti yang telah saya bahas sebelumnya, MA 10 akan selalu lebih bersifat volatile karena berupa rata-rata 2 minggu bursa ( 5 hari x 2 ) sedangkan EMA 30 adalah moving average yang lebih dibuat halus pergerakannya dengan memberatkan perhitungan rata-rata nya pada hari-hari yang lebih akhir selama 6 minggu bursa ( 5 hari x 6 ). Pada bagian ini perlu diingat bahwa EMA 30 yang pada akhirnya adalah sebagai support/resistance dan MA200 juga merupakan moving average yang dijadikan support/resistance.

Pada saat MA10 berada diatas EMA30 maka EMA 30 adalah sebuah support yang dapat dikatakn sebagai sebuah buying point agar kita dapat mengambil tindakan membeli seperti pada contoh dibawah ini:



Pada MA10 berada dibawah EMA 30 maka EMA 30 adalah sebuah resistance yang dapat dikatakan sebagai sebuah selling point agar kita dapat mengambil tindakan jual seperti pada contoh dibawah ini:



Dan pada saat MA10 dan EMA 30 bergerak dalam range yang sangat tidak menentu MA200 dapat menjadi sebuah garis support maupun resistance pada saat itu, karena ketika MA10 dan EMA 30 bergerak sangat sempit keadaan saham tersebut dalam sebuah proses pembentukan trend karena sedang berada pada suatu support ataupun resistance kuat yaitu pergerakan rata-rata 200 hari bursa yang merupakan sebuah rata-rata yang sangat menentukan apakah sebuah saham akan mengalami penguatan trend bila bergerak diatas MA200 dan demikian sebaliknya



Support & Resistance tambahan

Untuk melengkapi pembelajaran kita mengenai support dan resistance, maka dibagian ini saya menambahkan satu buah metode sederhana dalam menentukan suatu S/R dimasa yang akan datang yang sangat berguna ketika kita ingin melalukan suatu keputusan beli maupun jual, Half count S/R method adalah nama yang bisa diberikan terhadap metode menentukan support dan resistance ini, yaitu dengan mencari Candlestick yang memiliki body diluar rata-rata pergerakan candlestick normal nya dengan contoh sebagai berikut:



Pada saat ditemukan candlestick dengan body yang besar serta ditemukan pada akhir trend maka setengah dari body candlestick tersebut dapat dijadikan sebagai sebuah support dan resistance, meskipun kejadian ini tidak selalu terjadi sebagai support dan resistance, namun perlu diketahui bahwa tidak jarang tipikal setengah S/R yang ditemukan pada body candlestick yang diluar normal (anomaly) dapat merupakan S/R yang berguna pada pergerakan harga selanjutnya

Gap juga bisa menjadi Support dan resistance seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, namun pada kejadian tertentu setengah dari Gap juga merupakan sebuah Support dan resistance yang perlu diperhitungkan dimasa yang akan datang

Baca selengkapnya...

Link ke posting ini
22:15 | Author: Wienz

Bagi teman-teman sesama newbie spt saya, saya mau coba sharing bagaimana step nya untuk memulai coba-coba berinvestasi mandiri di pasar modal, artinya mandiri maksudnya adalah tanpa bantuan broker, kita langsung bertransaksi dengan melakukan eksekusi beli dan jual melalui online trading.

Ada beberapa keuntungan online trading:
1. Broker fee lebih murah (cukup jauh)
2. Anytime and anywhere, perlu sambungan internet saja
3. Tidak tergantung sama broker yang harus kita hubungin kalau kita mau pasang
4. Bebas menentukan pilihan
* ada beberapa teman saya yang jadi bulan-bulanan karena pendapat beli broker dan dia nya beda dan brokernya suka ngotot (padahal uang nya uang kita sih)
5. Tanggung jawab jual beli secara penuh berada di tangan kita - dalam artian ini terdapat unsur baik dan buruk, terhindar dari kesalahan broker kebanyakan masukin order salah input harga, nah kesalahan sendirinya kalau input sendiri menjadi kesalahan pribadi kita
6. Lebih fair - kenapa saya katakan lebih fair? Kita tidak tahu seberapa fair keadaan ketika kita menitipkan order pada broker kita, beberapa kali pernah kejadian order yang seharusnya dapat dikatakan tidak dan sebaliknya oleh broker kawan saya

* semua yang saya tuliskan bukan jamak terjadi dengan broker offline ya, ini pengalaman-pengalaman teman-teman saya, dan pengalaman tersebut terjadi di broker-borker yang tidak begitu besar

Oleh karena itu saya menyarankan untuk mulai belajar dari online broker karena selain biaya nya lebih murah (fee), minimum penyetoran awalnya juga relatif kecil (mulai dari 3juta) sehingga semua orang bisa mulai mencoba berinvestasi.

Berapa dana minimum yang baik untuk berinvestasi?
Ada banyak pendapat soal minimum investasi, tapi kalau saya menyarankan adalah seberapa kemampuan anda yang anda bisa relakan untuk pertama kali anda belajar dan siap hilang dan siap untung adalah pilihan bijaksana

Bagi yang merasa punya dana sebanyak 5juta itu cukup koq, meski memang, kita jadi terbatas untuk bermain saham-saham dengan nilai transaksi dibawah 5 juta, tapi belajar berinvestasi dengan uang yang kecil dan bisa survive dan menghasilkan maka yang besar juga akan bisa hanya butuh adaptasi saja. Dan tidak berlaku terbalik, dalam arti kata, kalau bisa bermain uang besar maka dikasih uang kecil bisa menghasilkan saya tidak menemukan orang yang bisa seperti itu hingga saat ini.

Berlatih online trading
Bersyukurlah pada IDX.co.id karena semenjak 2008 sudah dibuatkan online trading virtual yang dapat kita daftar dari http://www.idx.co.id/VirtualTrading/...D/Default.aspx
Sehingga dari program ini kita bisa belajar mengenai online trading.

Maka saya akan coba bahas yang tertera pada tampilan setelah kita terdaftar didalam nya:

Spoiler untuk gambar:



spoiler gambar




pilih Trade - Trading Board
maka akan didapatkan layar seperti diatas

kotak-kotak kecil di kiri adalah kotak untuk menampilkan saham-saham secara satu per satu dan kotak besar dikanan menunjukan live trade atau saham-saham yang sedang terjadi proses jual dan beli nya

Masukan kode saham yang ingin di monitor pergerakannya maka akan muncul harga-harganya

Untuk Melakukan pembelian dan penjualan bisa pilih direct order
maka akan muncul tampilan seperti ini

Spoiler untuk gambar:



Masukan nama saham dan harga yang ingin kita beli serta jumlah lot




Apakah sebaiknya virtual dulu?
Bagi saya pribadi ya, kenali mekanisme cara jual dan beli serta melihat order dsb, lalu tentukan startegi apa yang akan kita gunakan untuk bertransaksi yang bisa dilihat step nya dari bagian 1 - selesai dari yang saya coba buat mengenai cara menganalisa hingga keputusan membeli, setelah beberapa kali mencoba saya lebih menyarankan segera pindah ke live account pada broker online, bukan karena saya ingin melihat banyak orang yang nyangkut dana nya di saham akibat belum paham betul, namun saya berpendapat bahwa dengan bermain di virtual maka anda tidak akan pernah bisa bermain di real market meskipun data market nya adalah sungguhan, karena mental dan psikologi yang akan kita rasakan ketika membeli dan menjual secara sungguhan akan sungguh-sungguh berbeda.

Sekiranya sementara ini dulu yang saya bisa sampaikan mengenai awal memulai transaksi di saham






































Baca selengkapnya...

Link ke posting ini
22:12 | Author: Wienz

Moving Average

Moving average adalah garis yang didapat dari perhitungan terhadap harga sebelum hari ini. Jadi bila dikatakan moving average 50 artinya adalah rata-rata pergerakan harga 50 hari kebelakang. Moving average dapat dibuat dari nilai opening, closing, high maupun low, namun secara umum digunakan harga penutupan.

Moving average terdiri dari beberapa jenis:

1. Simple Moving Average
2. Exponential Moving Average
3. Weighted Moving Average
4. Triangular Moving Average

Dan masih banyak lagi moving average lainnya yang didapat dari regresi (Least Square Movinga Average), turunan kedua dari Exponential Moving Average (Double Exponential Moving average) dan lain sebagainya.

Yang membedakan dari semuanya adalah pola penghitungan rata-rata nya yang memberatkan suatu nilai perdiode tertentu dianggap lebih berbobot dan dihitung berdasarkan volatilitas yang berubah. Karena saya juga tidak terlalu memerlukan suatu hal yang complicated sehingga saya juga tidak terlalu membutuhkan banyak definisi dan tools yang semakin rumit, namun pada intinya, moving average yang domdifikasi adalah untuk mendapatkan moving average yang semakin smooth

Saya hanya menggunakan 2 moving average yaitu SMA dan EMA, SMA memiliki 2 buah fungsi dasar yaitu:

1. Sebagai penentu trend
2. Sebagai Support dan Resistance

Dan penggunaan SMA yang semakin panjang waktunya lebih dipergunakan untuk melihat trend pada saat itu.

Trend SMA dapat di kategorikan menjadi 4 bagian:


- Pada saat CS berada diatas MA maka dapat dikatakan trend harga terjadi penguatan

- Pada saat CS berada dibawah MA maka dapat dikatakan trend harga terjadi pelemahan

- Pada saat CS memotong MA dari atas maka mungkin akan terjadi perubahan arah trend (melemah)

- Pada saat CS memotong MA dari bawah maka mungkin akan terjadi perubahan arah trend (menguat)

Pada penggunaan 2 MA dapat mengkonfirmasi kita akan terjadinya perubahan trend yang lebih mudah. MA yang lebih kecil biasa akan lebih dekat dengan candlestick kita dibandingkan MA yang lebih panjang. Seperti pada gambar diatas MA merah lebih kecil dari MA biru. Pada saat MA merah menembus MA biru dari atas kebawah berarti akan terjadi sebuah perubahan trend yang melemah, dan demikian juga sebaliknya. Pada saat MA kecil menembus MA besar dari atas disebut dengan Death Cross dan MA kecil menembus MA besar dari bawah ke atas disebut dengan Golden Cross.
Baca selengkapnya...

Link ke posting ini